20 contoh penggunaan plc di industri
referensikhususnya di bidang tekologi industri yang akhir-akhir ini berkembang begitu pesatnya di Indonesia. Isi buku ini sengaja disajikan secara praktis dan lengkap sehingga dapat membantu para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), guru serta para praktisi industri. Teknik Sistem Kontrol Terprogram untuk kelas XII semester 1 yang selama ini
Adabeberapa jenis pneumatik yang perlu diketahui oleh para insinyur di berbagai industri. Gas bertekanan — umumnya udara yang mungkin jenis kering atau berpelumas — digunakan untuk menggerakkan efektor akhir untuk dapat bekerja. Efektor ujung dapat berkisar dari silinder biasa hingga perangkat yang lebih spesifik untuk aplikasi seperti
DefinisiProgrammable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah : sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan,
50Contoh Perusahaan Terkenal Yang Gagal Berinovasi. oleh Rendy Ng 3 minggu lalu. Perusahaan yang mengalami kesuksesan besar karena inovasi – inovasi yang mereka berikan dapat meraih dan yakin bahwa itu adalah rahasia mereka untuk kesuksesan yang abadi. Sayangnya, ini bukan masalahnya, meskipun itu pasti akan membuat pekerjaan dari
KegunaanPLC secara garis besar adalah sebagai berikut : · Pengganti relay control logic · Timers/counters · Pengganti pengendali yang berupa papan rangkaian elektronik · Pengendali mesin dan proses · Arithmetic operations · Information handling · · Analog control · PID controller serve motor control stepper motor control · Proses
Single Frau Mein Bett Ist Halbvoll. Implementasi Programmable Logic Controller PLC dalam sistem otomasi industri merupakan salah satu solusi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. PLC adalah sistem kontrol yang dapat diprogram untuk menjalankan tugas-tugas otomatis dalam industri, seperti pengendalian proses produksi, pengukuran, dan monitoring. Artikel ini akan menjelaskan mengenai bagaimana PLC dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional dalam sistem otomasi industri, serta memberikan contoh aplikasi PLC dalam berbagai itu PLC?Programmable Logic Controller PLC adalah sebuah kontroler logika terprogram yang memungkinkan proses kontrol pada sistem otomatis industri. PLC digunakan untuk mengontrol dan memonitor sistem otomatis yang memiliki banyak input dan output.\Keuntungan PLC dalam Otomasi IndustriAda beberapa keuntungan menggunakan PLC dalam sistem otomasi industri, di antaranyaKemampuan untuk mengontrol banyak input dan outputMudah diinstall dan dioperasikanFleksibilitas dalam program dan pemrogramanKemampuan untuk melakukan diagnosa dan memperbaiki masalah secara cepat dan efisienKemampuan untuk melakukan integrasi dengan sistem lainImplementasi PLC dalam Sistem Otomasi IndustriPLC sangat berguna dalam sistem otomasi industri karena memiliki kemampuan untuk mengontrol banyak input dan output secara efisien. Dalam sistem otomasi industri, PLC digunakan untuk mengontrol dan memonitor peralatan seperti mesin, conveyor, dan proses Kebutuhan PLC dalam Sistem Otomasi IndustriUntuk menentukan kebutuhan PLC dalam sistem otomasi industri, pertama-tama harus dilihat jumlah input dan output yang dibutuhkan. Jika sistem membutuhkan banyak input dan output, maka PLC yang memiliki kapasitas input dan output yang besar akan itu, perlu diperhatikan juga tipe peralatan yang akan dikontrol dan dipantau. Beberapa peralatan memerlukan PLC dengan spesifikasi tertentu, seperti kemampuan untuk melakukan integrasi dengan sistem lain atau memiliki fitur dan Pemrograman PLCSetelah menentukan kebutuhan PLC, langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi dan pemrograman PLC. Proses instalasi meliputi penempatan PLC pada lokasi yang sesuai dan melakukan koneksi dengan peralatan yang akan dikontrol dan pemrograman meliputi pembuatan program untuk PLC yang akan mengontrol dan memonitor peralatan. Program dapat dibuat dengan menggunakan software khusus yang disediakan oleh produsen Logic Controller PLC adalah sistem komputer yang didesain khusus untuk mengatur aktivitas produksi, packaging, atau lainnya dalam industri. Singkatan dari Programmable Logic Controller, PLC dapat diprogram sesuai kebutuhan proses industri spesifik yang diinginkan berdasarkan logic perhitungan aritmatik dalam suatu perintah, yang bertujuan untuk mengontrol dan mengatur proses yang diinginkan sehingga menghasilkan output yang PLC di IndustriPengimplementasian PLC dalam industri sangat banyak, salah satunya adalah dalam industri otomotif. Saat ini, pabrik mobil atau motor tidak lagi memakai tangan manusia dalam mengerjakan sebuah proyek mobil, melainkan dengan PLC. Dengan memprogram PLC sesuai kebutuhan, sistem yang dimasukkan akan terprogram dan komponen-komponen serta mesin akan bekerja secara otomatis dengan presisi dan itu, PLC juga banyak digunakan dalam industri karet. Penggunaan PLC dalam sistem otomasi industri karet bermanfaat untuk mengontrol dan memantau berbagai kegiatan produksi ban, mulai dari cetak pola tapak, pembentukan ukuran, pengetesan durabilitas, penulisan timbul, dan lainnya. Setiap proses membutuhkan jenis sensor yang sesuai kebutuhan agar hasilnya juga sesuai adalah sistem kontrol komputer industri digital yang diprogram untuk menjalankan operasi otomatis dalam proses industri. PLC terus memantau dan menerima informasi dari perangkat input atau sensor, memproses informasi, dan memicu perangkat output yang terhubung, untuk menyelesaikan tugas dalam proses industri atau artikel ini juga kelasteknisi bahas beberapa contoh aplikasi PLC di Industri untuk mendukung sistem otomasi, berikut beberapa proses produksinyaIndustri OtomotifPemantauan mesin produksiSistem memantau setiap lokasi suku cadang/komponen, mendeteksi suku cadang yang rusak, pergerakan suku cadang untuk produksi, menghitung waktu siklus peralatan, dan mengontrol akurasi. Data statistik tersedia bagi operator untuk memudahkan analisis, serta untuk mengontrol proses produksi komponenPLC memfasilitasi analisis di lini produksi. Sistem ini secara signifikan mengurangi risiko kesalahan manusia dengan memberikan hasil yang lebih akurat dan pengukuran yang presisi. Misalnya pada saat pengujian komponen Turbo pada mesin kendaraan modern, variabel yang terukur pada sistem meliputi besaran tekanan dalam psi/bar, kapasitas aliran, RPM, serta aliran bahan bakar, material dan volume udara dingin. Pemeriksaan kualitasSistem PLC mengontrol dan memastikan bahwa suku cadang diproduksi sesuai spesifikasi dengan pengukuran detail yang tepat. Mulai dari inspeksi dimensi, inspeksi material, inspeksi bentuk, pengujian kompatibilitas dan kebutuhan lainnya dengan menggunakan berbagai jenis sensor sesuai dengan kebutuhan mesin pembakaran internalPLC memperoleh data yang direkam dari sensor yang terletak di mesin pembakaran internal. Pengukuran yang dilakukan meliputi temperatur air, temperatur oli, putaran mesin, torsi, temperatur gas buang, tekanan oli, tekanan manifold dan waktu. Hal ini penting bagi pelaku industri untuk menentukan analisis terkait efisiensi bahan bakar, tenaga kuda, dan metrik lainnya selama produksi kendaraan. Industri KaretPLC digunakan dalam sistem pembuatan ban karet, mengontrol urutan proses dari karet mentah hingga ban jadi. Sistem yang dapat dikontrol dan dipantau ini melibatkan pencetakan pola tapak, membuat profil ukuran ban, mengembos permukaan ban, dan menguji daya tahan dengan camcorder dan pengukur tekanan. Tentunya semua metode tersebut menggunakan jenis sensor tergantung kebutuhan, misalnya dalam hal pengujian keawetan ban, sensor tekanan digunakan pada mesin hidrolik tekanan tinggi ini. Aplikasi PLC ini sangat mengurangi upaya yang diperlukan untuk membuat produk, serta risiko kesalahan yang terjadi selama proses Pulp & PaperPulp batch blendingPLC mengontrol operasi pencampuran bahan pembuatan kertas secara berurutan, dimulai dengan proses pengukuran bahan, menjalankan metode pencampuran melalui program yang telah ditetapkan, dan menyetel produk jadi pada suhu tertentu untuk pengeringan. Sistem ini memungkinkan operator untuk mengontrol setiap proses dan material yang digunakan, serta memudahkan perhitungan material dan kuantitas batch untuk pemrosesan kertasPenggunaan PLC di sini meliputi pengendalian sistem penyiapan bahan untuk produksi kertas. Resep untuk setiap tangki batch dipilih dan disesuaikan melalui input operator. PLC dapat mengontrol logika untuk menambahkan bahan kimia berdasarkan pengukuran level tangki. Selain itu, PLC juga dapat memberikan laporan penggunaan dan seluruh proses produksi untuk dianalisis lebih lanjut oleh operator dan manajer. Paper Mill DigesterPLC mengontrol proses pengadukan. Sistem menghitung dan mengontrol jumlah chip berdasarkan kepadatan dan volume digester. Metode yang dibutuhkan kemudian dihitung dengan ketersediaan bahan kemudian ditambahkan urutannya. PLC menurunkan atau mempertahankan suhu pencampuran hingga proses selesai. Suhu merupakan faktor penting dalam hal ini, dimana peran sensor suhu berkaitan dengan sistem komputer PLC yang keseluruhan, implementasi PLC dalam sistem otomasi industri dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional dengan cara yang efektif. PLC dapat digunakan untuk menjalankan tugas-tugas otomatis dalam industri seperti pengendalian proses produksi, pengukuran, dan monitoring. Namun, penting untuk diingat bahwa PLC hanyalah alat yang digunakan dalam sistem otomasi, dan dibutuhkan perencanaan yang matang dan pemeliharaan yang rutin untuk menjamin kinerja yang optimal dari sistem otomasi tersebut. Dengan demikian, implementasi PLC dalam sistem otomasi industri harus dilakukan dengan cara yang tepat dan dikelola dengan baik agar dapat memberikan hasil yang maksimal.
Programmable Logic Controller PLC also known as Industrial Computer or programmable controllers is the major component used in the industrial automation sector. different Types of plc used in industry They are used in many manufacturing industries due to its robust construction and functional features like sequential control, timers, and counters, ease of programming and hardware usage reliable controlling capabilities and ease of hardware usage so this PLC is more than a special-purpose digital computer in industries as well as in other control-system areas. After designing the architecture and Process we need to choose the right controller. For selecting a Programable logic controllerPLC first step, we have to choose the type of PLCProgramable logic controller based on the following criteria. Criteria for selecting PLC 1. Number of PLC inputs and PLC outputs 2. Most Important thing is Memory – Based on memory defind size of the program 3. Communications Defferent type of Communication Like serial and network connections allow the PLC to be programmed and to communicate with other PLCs. 4. Scan Time Depending on the size of the program, a larger program needs shorter scan times. And, the shorter the scan time, the higher the cost. 5. Number of Analog/Digital I/O modules Depends on the application. For warehouse applications/Powerplant application, a large number of input & Output cards may be required. 6. Scan Time Shorter scan time good for larger program needs shorter scan the shorter the scan time Depending on the size of the program More about Scantime click here 7. Software programming software and other tools determines the ease of programming and debugging Based on the criteria, PLC can be chosen among these types Must Read 5 Most Popular PLC programming languages nowdays Must Read Top 15 best Advantage of plc over relay Must Read Plc inputs and outputs Types of PLC -Modular PLC In modular type PLC, the number of I/Os can be increased by the addition of modules to the existing PLC. In modular type PLC, a number of I/O supported can be increased to a few hundred by adding I/O modules. The name Modular itself means that the number of modules can be connected to the device same in modular PLC several modules can be connected that is several components can be connected to a common rack or bus with extendable I/O capabilities. The Modular PLC also contains power supply modules, CPU and other I/O modules that are plugged in the same rack which may or may not be from same manufacturers. The modular PLCs comes in different sizes, their sizes vary with I/Os, the number of power supply and their computing capabilities. Modular PLCs may be further divided into small, medium and large PLCs depending on program memory size and the number of I/O features. Small PLC is a small sized PLC designed in such a way that it can be placed beside the equipment to be controlled. The hard-wired relay logic, counters, timers, etc are replaced by this type of PLC. The expandability of I/O module is limited to just one or two modules and it uses logic instruction list or relay ladder language as a programming language. Medium-sized PLC is mostly used, there are many plug-in modules that are mounted on the backplane of the system. There are additional I/O cards available so the number of inputs and outputs can be increased and in addition to this, the communication modules can also be increased compared to small PLC. Large PLCs are used in complex process control functions and has higher capacity compared to small and medium-sized PLC in terms of memory, programming languages, I/O points, and communication modules, and so on. Mostly this type of PLCs is used in larger plants, also used in supervisory control and data acquisition SCADA systems, distributed control systems, etc. Must Read PLC Communication protocols Must Read Analysis of the PLC Operation You must know Must Read PLC Hardware Everything you need to know Types of PLC – Compact PLC The compact PLC don’t have the capability to expand the modules as it has fixed number of I/O module and external I/O card Must Read PLC History The Story So Far…. Must Read How to use Counter in PLC programming ? Must Read Type of PLC TIMER In rack type PLC all the components of the PLC areas separate module and are assembled to form one unit by mounting the individual components on a rack. This PLC can support up to thousands of I/Os. Must Read PLC Wiring In Control Panel Must Read History of Allen Bradley PLC Must Read PLC Overview
- Programmable Logic Controller atau PLC adalah sebuah rangkaian elektronik yang mampu mengerjakan berbagai fungsi kontrol yang kompleks. Dilansir dari buku Training Basic PLC 2015 oleh Kartanagari, secara mendasar PLC merupakan suatu peralatan kontrol yang dapat diprogram untuk mengontrol proses atau operasi mesin. PLC juga diartikan sebagai peralatan elektronik yang dibangun dari mikroprosesor untuk memonitor keadaan dari peralatan input kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan perencana programmer untuk mengontrol keadaan program dari PLC yaitu menganalisis sinyal input kemudian mengatur keadaan output sesuai dengan keinginan pemakai. Dilansir dari buku Pengantar Analisis dan Desain Programmable Logic Controller 2012 oleh Mochammad Rusli, PLC terdiri dari dua komponen penting yakni CPU dan modul input/output. CPU akan mengerjakan semua aktivitas proses sinyal masukan ke hasil sinyal keluaran. Baca juga Apa Perbedaan Teknik Elektro dan Teknik Elektronika?Fungsi PLC Dilansir dari buku Computer Numerical Control 1992 oleh Hans B. Kief dan T. Frederick Waters, fungsi PLC memiliki kemiripan dengan peralatan controller lainnya, yakni Mengeluarkan sinyal hasil perhitungan program ke peralatan penggerak - sinyal pengendali Menerima masukan dari sensor-sensor lintasan umpan balik Melakukan proses perhitungan dari sinyal sensor sesuai dengan program yang tertulis Cara kerja PLC Wikimedia Commons PLC omron CPM1A 10 i/o Beberapa cara kerja dari PLC di antaranya Peralatan di luar PLC dapat berupa peralatan diskrit seperti limit switch, push button, motor starter, transduser tekanan, dan lainnya terhubung langsung dengan modul masukan/keluaran. Modul masukan/keluaran PLC akan mengamati perubahan variabel mesin otomatis dan menggerakkan perangkat mesin otomatis. Lalu, modul masukan/keluaran akan menghubungkan antara CPU dengan informasi masukan dan hasil proses CPU ke peralatan penggerak keluaran Baca juga Sistem Termodinamika Terbuka, Tertutup, dan Terisolasi Penggunaan PLC PLC mampu mengubah algoritma kendali sekuensial di industri dari kasus yang kecil kontrol pada mesin sederhana untuk mesin sederhana sampai dengan kontrol modern kasus di manufaktur yang relatif besar, sehingga membutuhkan algoritma kontrol yang rumit. Contoh penggunaan PLC pada industri otomotif antara lain Monitoring automotive productions machine Internal combustion engine monitoring Power steering valve assembly and testing Carbueretor production testing Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
PLC di Industri sudah menjadi tulang punggung kendali atau sistem kontrol di industri, kerusakan pada sistem kontrol dapat merugikan perusahaan. Semakin lama waktu kerusakan akan semakin membuat pendapatan perusahaan berkurang. Disinilah peran teknisi dalam memperbaiki kerusakan sistem kontrol. Bagi kalian yang sedang mempelajari PLC , admin menyarankan untuk menekuni belajar PLC. Karena hampir semua indutri di Indonesia sudah memakai PLC untuk controllingnya. Industri apa sajakah yang menggunakan sistem kendali PLC, Berikut ini daftarnya 1. Manufacture Bagian Produksi a. Welding pengelasan b. Painting pengecatan c. Drilling pengeboran d. Conveyor Control Sabuk berjalan e. Plating Pengeplatan f. Molding Pembentukan g. Assembly perakitan 2. PULP / Kertas a. Batch b. Coating c. Wrapping d. Chip Handling 3. Food and Beverage Makan dan Minuman a. Filling Machine mesin pengisian b. Blending pengadukan c. Brewing pengolahan bir d. Distilling penyulingan air 4. Mining Pertambangan a. Bulk Material Conveyor Sabuk berjalan untuk material b. Watering Pengolahan air c. Ore Processing 5. Logam / Bijih Besi Peleburan a. Rolling Mills Penggilingan b. Blast Furnance Control kontrol pengapian c. Continuous Casting Pengecoran 6. Power Plant and distribution Pembangkit listrik dan pendistribusiannya a. SCADA b. DCS Masih banyak pemakaian sistem kendali menggunakan PLC, namun tidak dapat admin sebutkan satu-persatu , karena memang banyak sekali. Maksud dari admin adalah dari banyaknya industri yang menggunakan PLC maka terbuka lebar peluang untuk kalian yang mau belajar PLC. Salah satu hal yang menggiurkan dari industri adalah dari gaji yang ditawarkan lebih besar apalagi jika ada lemburan-lemburan kerja. Hal yang menyebabkan cepat kaya adalah dari lemburan-lemburan yang kita kerjakan. Tidak heran jika uang lemburan dan uang gaji pokok hampir sama bahkan bisa melebihi gaji pokok. Namun jangan melulu mencari uang, ingat sholat dan jaga kesehatan. Mencari uang hendaknya secukupnya, jangan terlalu diforsir, karena tenaga manusia tidak bisa disamakan dengan robot. Bahkan robotpun juga bisa rusak jika dipaksakan terus bekerja. Demikian informasi yang dapat admin bagikan. Semoga informasinya bermanfaat. Apabila ada kritik dan saran silahkan tuliskan pada kolom komentar yang telah disediakan. Selamat belajar
Dalam pekerjaan industri, sistem otomasi jadi kebutuhan perusahaan untuk memproduksi barang. Sistem otomasi mampu mempercepat dan memperbanyak jumlah produksi. Untuk itu, perusahaan ini butuh insinyur yang ngerti sistem kendali dan otomasi. Bicara soal sistem kendali, orang teknik merujuk ke tiga hal yaitu PLC, DCS, dan SCADA. Namun, kali ini akan membahas tentang perbedaan PLC dan SCADA. Sebab, kedua skill ini sangat dibutuhkan di industri otomasi. Apakah ada perbedaan PLC dan SCADA? Atau justru keduanya sama saja, gak ada perbedaannya? Hubungan antara PLC dan SCADA Jika memakai analog komputer, PLC adalah CPU dan SCADA monitor. Sebagai contoh, perusahaan membuat sistem konveyor untuk kardus makanan. Dalam sistem ini, PLC bertugas membuat logika program konveyor kardus makanan . Lalu, SCADA menampilkan desain sistem konveyor. Dengan kata lain, PLC digunakan untuk membuat program kendali dan SCADA membuat tampilan visual untuk membantu operator mengoperasikan sistem otomasi di industri. Apa itu PLC PLC singkatan dari Programmable Logic Controller. Lalu, PLC merupakan penggabungan unit dan pemodelan teoritis untuk mengendalikan input dan output. Oleh karena itu, PLC menjalankan sistem kendali berdasarkan data dari modul input/output. Komponen penting dalam PLC Sistem PLC dikatakan lengkap apabila mencakup empat komponen. Sistem tersebut adalah 1. Modul CPU Modul CPU merupakan prosesor untuk menyimpan informasi dan menjalankan tugas. Semua pemrosesan data dilakukan di CPU, mulai dari menerima input sampai menghasilkan output. 2. Catu daya power supply Sistem PLC butuh catu daya untuk mengoperasikan sistem otomasi. Namun, PLC dirancang untuk menerima daya AC lalu diubah jadi DC. 3. Programming device Adanya perangkat membuat PLC memanggil software yang memiliki sistem kendali ke sistem. Hal ini dilakukan supaya operator bisa mengirim perintah yang sudah dibuat di software PLC. 4. Modul Input/Output Modul input/output berfungsi untuk mengumpulkan data dari sensor dan actuator. Setelah mengumpulkan data, berikutnya data dimasukan ke sistem PLC. Lalu, menghasilkan informasi dari data yang dikumpulkan. Modul input/output dapat berbentuk digital maupun analog, tergantung sistem yang digunakan. PLC sangat menguntungkan perusahaan karena tidak perlu hand wiring ketika ganti pekerjaan. Teknisi tinggal mengganti program untuk pekerjaan selanjutnya. Fungsi PLC di industri Sebenarnya, Penggunaan PLC sesuai dengan tujuan pemakaian. Sebab tiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Berikut ini merupakan fungsi PLC di industri secara umum. Sekuensial control PLC memproses input dan mengubah menjadi output untuk keperluan pemrosesan secara berurutan. Disini, fungsi plc menjaga setiap langkah sesuai dengan urutan Monitoring plant Secara berkala, PLC memonitor sistem dan mengambil tindakan yang berkaitan dengan proses tersebut. Misal, air dalam wadah telah batas penyimpanan yang ditentukan. Ketika sudah melebihi kapasitas, sistem akan mengirim sinyal ke operator untuk ditindaklanjuti. Apa itu SCADA Kepanjangan SCADA adalah Supervisory Control and Data Acquisition. Sistem ini banyak digunakan di berbagai industri. Kehadiran SCADA dapat membantu mengakses data dan mengatur peralatan yang ada secara visual. Penggunaan SCADA dalam industri Sebagian besar industri menggunakan scada untuk pekerjaan bersifat otomasi. Perusahaan utilitas juga memakai SCADA untuk menciptakan infrastruktur yang aman bagi penggunanya. Sistem SCADA mampu menjaga efisiensi, memproses data untuk membuat keputusan untuk mengurangi downtime. Secara umum, ada tiga industri yang menggunakan SCADA yaitu pengolahan air, manufaktur, dan migas. Industri pengolahan air Perusahaan pengolahan air memakai SCADA modern untuk memantau pompa, motor, tangki, dan peralatan lain dari jarak jauh. Dengan demikian, SCADA dapat memastikan pengolahan air berjalan dengan lancar. Industri migas Produksi migas yang jauh dari kota membuat SCADA jadi pilihan petroleum engineer. Dari jauh, operator mampu memantau tekanan dan getaran tangki pada saluran pipa. Pemantauan data secara real-time membuat operator dapat mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah kebocoran gas. Industri manufaktur Secara historis, industri manufaktur memicu lahirnya SCADA. Semua berawal dari pengadopsian pengawasan sistem kendali dan akuisisi data pada pertengahan abad ke-20. Sampai saat ini, perusahaan manufaktur memakai SCADA untuk mengurangi downtime. Selain itu, juga untuk identifikasi masalah pada mesin untuk pencegahan. Diagram SCADA Sistem SCADA memiliki alur diagram untuk memudahkan mempelajari cara kerja SCADA. Berikut ini merupakan jalur sistem SCADA dapat beroperasi. Sistem kerja scada mulai dari PLC atau RTU. Baik PLC maupun RTU merupakan mikrokontroler yang berkomunikasi dengan berbagai komponen. Setelah itu, hasil informasi yang ditangkap dikirimkan lewat software SCADA. Software SCADA dapat memproses, mendistribusi, menampilkan dan menganalisis data. Namun yang terpenting adalah dapat membantu operator membuat laporan kepada supervisor. Dengan demikian, permasalah di industri jauh lebih cepat diselesaikan. Kesimpulan perbedaan PLC dan SCADA Dapat dikatakan, perbedaan PLC dengan SCADA terletak pada penggunaannya. Sistem PLC dengan kendali start and stop dapat beroperasi tanpa tampilan grafis. Maka, sistem ini tidak perlu memakai SCADA. Bagaimana dengan SCADA? Scada tidak beroperasi tanpa PLC. Sebab, tampilan grafis gak jadi apa-apa tanpa ada sistem kendali. Sesuai dengan analogi komputer, PLC merupakan CPU dan SCADA adalah monitor. Karena semuanya kembali kepada tujuan penggunaannya.
20 contoh penggunaan plc di industri